Yang terpilih dari tiga peluang jawaban atas pertanyaan pada tes penilaian mandiri CLE dalam NYPRR edisi April 2001 yaitu : ” Di bawah DR 2-103 (B), seseorang pengacara bisa membayar cost referensi konsumen terhadap… pengacara berbeda. ” tes yang dikatakan terhadap kami oleh pelanggan kami menuturkan terhadap kami kalau pertanyaan kami udah sangat menyederhanakan permasalahan sekitar referensi pengacara-ke-pengacara. Dalam artikel ini, kami udah memperluas pertanyaan kami untuk dua pertanyaan berkaitan :

” Kapan seseorang pengacara membayar cost referensi konsumen terhadap pengacara berbeda, ” dan
” Kapan dua pengacara membagi cost konsumen? ”
DR 2-103 (B), aturan yang dikatakan dalam pertanyaan awal kami, mesti dibaca beserta DR 2-107 (A). DR 2-103 yaitu Peraturan panjang serta ruwet yang mengatur semua permintaan serta referensi pelayanan hukum. Sisi (B) dari Peraturan sediakan :

Seseorang pengacara tak kan memberi kompensasi atau memberi suatu hal yang mempunyai nilai terhadap seorang atau organisasi untuk menganjurkan atau memperoleh pekerjaan oleh konsumen, atau menjadi hadiah sebab udah bikin referensi yang menyebabkan pekerjaan oleh konsumen, terkecuali kalau pengacara bisa membayar cost atau iuran biasa serta lumrah yang dibebankan oleh organisasi dukungan hukum yang penuhi ketentuan atau cost referensi terhadap pengacara berbeda seperti diizinkan oleh DR 2-107.

DR 2-107 (A) mengizinkannya dua pengacara yang bukan anggota dari firma hukum yang sama untuk membagi cost untuk pelayanan hukum cuma kalau :

  1. Konsumen menyepakati untuk mempekerjakan ke dua pengacara sesudah pengungkapan penuh kalau mereka punya maksud untuk membagi cost konsumen ;
  2. Pembagian cost adalah seimbang dengan pelayanan yang dikerjakan oleh semasing, atau (b) oleh tulisan yang dikasihkan terhadap konsumen dimana tiap-tiap pengacara ambil tanggung jawab bersama dengan untuk representasi ;
  3. Cost keseluruhan tak melewati kompensasi yang lumrah untuk semua pelayanan yang dikasihkan terhadap konsumen.

Tiga Skenario Rujukan

Anggaplah pertama kalau Pengacara A, pengacara pinggir kota yang cuma mengatasi transaksi real estat, dikomunikasikan oleh seseorang kawan dekat serta eks konsumen dengan klaim cedera pribadi pada perusahaan taksi lokal. Pengacara A mau mengacu permasalahan itu terhadap Pengacara B, seseorang pengacara Manhattan yang cuma mengatasi klaim cedera pribadi. Pengacara A tak tertarik untuk share dalam cost, tak ingin ada tanggung jawab selanjutnya untuk permasalahan ini, serta sangat repot untuk lakukan apapun kecuali bikin panggilan telpon pengantar untuk Pengacara B. Apakah yang perlu dikerjakan Pengacara A mau bikin peranannya jelas buat mantannya konsumen?

Bisa saja sebaiknya dalam kondisi mirip ini untuk menulis surat terhadap konsumen dengan menuturkan :

Saya udah mengacu klaim Anda pada ABC Taxi terhadap Pengacara B. Anda mendalami kalau saya tak kan lakukan pelayanan apapun terkait dengan permasalahan ini serta saya tak kan share dalam cost apapun yang di terima oleh Pengacara B. Sebab argumen ini, saya merasa tak ada tanggung jawab selanjutnya untuk perwakilan.

Catatan : Seseorang pengacara yang tak lebih dari menganjurkan pengacara berbeda tak memiliki hak untuk share dalam cost apapun. Nicholson v. Nason & Cohen, P. C., 192 A. D. 2d 473, 597 N. Y. S. 2d 23 (1st Dept. 1991).

Saat ini mari kita asumsikan realita terpenting yang sama akan tetapi gantikan realita kalau Pengacara A mau share dalam cost yang dibayarkan terhadap Pengacara B akan tetapi tak miliki waktu untuk lakukan pekerjaan apapun serta tak mau. Mari kita juga berkesimpulan kalau Pengacara B bersedia untuk masuk ke persetujuan pungutan dengan konsumen yang sediakan peluang sepertiga serta bersedia untuk membagi biayanya dengan Pengacara A biarpun A tak kan bekerja. Apakah yang perlu dikerjakan Pengacara A serta Pengacara B biar tidak langgar DR 2-107 (A)?

Sewaktu Kesepakatan Konsumen Diperlukan

Ke dua pengacara mesti memperoleh kesepakatan dari konsumen. Kesepakatan mesti bikin dua hal jadi jelas :

  1. kalau beberapa pengacara bermaksud membagi cost ; dan
  2. kalau mereka bertanggung jawab bersama dengan untuk perwakilan itu.

Tak usah menyebutkan kalau Pengacara A tak kan lakukan atau pelayanan sedikitnya, seandainya jelas kalau dia saling memikul tanggung jawab dengan Pengacara B untuk lakukan litigasi. Juga tak usah kalau pengacara membagi cost sesuai nilai pelayanan mereka semasing.

Peraturan tak tentukan kalau kesepakatan konsumen dibikin dengan terdaftar, akan tetapi sukar untuk menyaksikan bagaimana perihal lain kecuali menulis dapat penuhi semua syarat-syarat Ketentuan. Persetujuannya bisa saja membaca :

Saya udah diberitahu serta paham kalau Pengacara A udah mengharap Pengacara B menjadi berkaitan dengannya dalam penuntutan klaim saya pada ABC Taxi. Saya sepakat untuk mempekerjakan Pengacara B serta saya udah diberi tanda tangan persetujuan retensi kontijensi dengan Pengacara B. Saya mendalami jika klaim saya sukses, Pengacara A serta Pengacara B dapat share dalam cost kontingensi sepertiga yang di sediakan dalam persetujuan retainer itu. Saya mendalami selanjutnya kalau Pengacara A serta Pengacara B dapat membagi cost kontingensi pada mereka sebab mereka bisa akan memutus dalam kebijaksanaan mereka serta saya menyepakati pembagian sama dengan itu tanpa perhitungan apapun terhadap saya. Saya masukkan ke kesepakatan ini dengan tergantung pada agunan dari Pengacara A serta Pengacara B, yang di konfirmasi oleh tanda-tangan mereka dibawah berikut ini, kalau mereka bertanggung jawab bersama dengan untuk perwakilan ini.

Makna ‘Tanggung Jawab Bersama’


Ke dua pengacara mesti mendalami apakah yang dimaksud dengan makna “tanggung jawab bersamanya. ” Pada intinya, ini bermakna kalau pengacara melakukan tindakan terkait dengan satu hal secara yang sama dengan partner di firma hukum melakukan tindakan terkait dengan semua permasalahan perusahaan. Semasing memikul tanggung jawab atas kompetensi yang berbeda serta untuk pelanggaran etis, malpraktek, pelanggaran keharusan fidusia, serta tindakan-tindakan pelanggaran yang lain atau ketidakwajaran. Ini bisa saja beralih dalam perkara khusus jadi harga yang mahal untuk membayar sisi dalam cost, akan tetapi itu yaitu harga untuk kompensasi tanpa upaya.

Saat ini mari kita ganti realita lagi. Anggaplah kalau Pengacara A tak mau ambil tanggung jawab bersama dengan untuk perwakilan akan tetapi bersedia menopang penyelidikan awal klaim itu serta dengan persiapan interogasi serta pelaksanaan deposisi. Mari kita juga berkesimpulan kalau Pengacara B bersedia bertanggung jawab tunggal untuk representasi serta bersedia membagi biayanya dengan Pengacara A dengan seimbang dengan pelayanan yang mereka melakukan semasing.

Berdasar pada fakta-fakta ini, kesepakatan konsumen bisa saja terdaftar :

Saya udah diberitahu serta paham kalau Pengacara A udah mengharap Pengacara B menjadi berkaitan dengannya dalam penuntutan klaim saya pada ABC Taxi. Saya sepakat untuk mempekerjakan Pengacara B serta saya udah diberi tanda tangan persetujuan retensi kontijensi dengan Pengacara B. Saya mendalami jika klaim saya sukses, Pengacara A serta Pengacara B dapat share dalam cost kontingensi sepertiga yang di sediakan dalam persetujuan retainer itu seimbang dengan pelayanan yang dikerjakan oleh semasing. Pengacara A serta Pengacara B mesti bebas untuk tentukan jatah relatif sebab mereka bisa tentukan dalam kebijaksanaan mereka tanpa menghitung saya. Saya mengaku serta menyepakati kalau Pengacara B, serta bukan Pengacara A, memikul tanggung jawab atas perwakilan saya.

Ke dua pengacara mesti bikin persetujuan terpisah yang mengambil keputusan basic sebagai basic pelayanan mereka serta cost dibagi. Pelayanan mereka tak mesti dihargai sama, akan tetapi sesudah nilai keseluruhan semasing dipastikan, cost mesti dibagi dalam jatah yang sama.

Pengadilan New York malas untuk menyelidik nilai pelayanan relatif dalam persetujuan pembagian cost pada pengacara. Sepanjang pengacara udah memberikan sejumlah pelayanan serta tak menampik untuk lakukan satu diantaranya pelayanan yang dia setujui untuk dikerjakan, dia dapat diizinkan untuk sembuh. Untuk hindari litigasi pada pengacara, jelas direkomendasikan untuk kurangi persetujuan pembagian cost jadi penulisan mendetail yang mengambil keputusan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh tiap-tiap pengacara.

Memperbandingkan Peraturan ABA


Kami udah menyaksikan kalau Ketentuan New York mengizinkannya pengacara yang mengacu untuk share dalam cost baik dengan mengasumsikan tanggung jawab bersama dengan untuk permasalahan ini tanpa peran pelayanan apapun atau mungkin dengan share dalam pelayanan. Dalam hal semacam ini, Peraturannya sama juga dengan ABA Style Rule 1. 5 (e).

Tapi, Komisi Formalitas ABA 2000 udah mengajukan pergantian fundamental pada Ketentuan ini.

Kalau diadopsi oleh ABA, Peraturan baru dapat membaca :

(e) Pembagian cost pada pengacara yang tak ada di perusahaan yang sama bisa dikerjakan cuma kalau :

Konsumen sepakat, dalam tulisan yang di tandatangani oleh konsumen, atas keikutsertaan semua pengacara yang turut serta, termasuk juga sisi yang dapat di terima oleh semasing pengacara ; dan
Keseluruhan cost masuk nalar.
Komentar Komisi menganjurkan kalau mereka mau meniadakan pilihan pengacara pengarah untuk share dalam cost tanpa share tanggung jawab atas permasalahan itu, biarpun bisa saja udah mengatakannya lebih jelas. Komentarnya meliputi perihal selanjutnya :

… Seseorang pengacara semestinya cuma mengacu permasalahan ke pengacara yang pengacara referensi cukuplah percayai kompeten untuk mengatasi permasalahan ini. Kalau pengacara yang mengacu tahu kalau pengacara yang dirujuk permasalahan ini udah turut serta dalam pelanggaran Peraturan ini, pengacara yang mengacu mesti melangkah yang pas buat perlindungan keperluan konsumen.

Satu catatan paling akhir : Dalam persetujuan pembagian cost, keseluruhan cost semua pengacara tak bisa melewati “kompensasi yang lumrah untuk semua pelayanan hukum… memberi konsumen. ” DR 2-107 (A) (3). Ukuran kewajaran bukan nilai pelayanan sebab mereka ada di tangan pengacara yang mengacu saja. Pelayanan spesialis bisa ditagih dengan tarif tambah tinggi ketimbang pelayanan pengacara referensi. Peraturan itu cuma mewajibkan kalau jumlahnya pelayanan jadi lumrah dalam semua kondisi.